Pola Suku Kata

Suku kata dalam Bahasa Indonesia ditandai dengan vokal. Vokal tersebut dapat berdiri sendiri maupun berdampingan dengan konsonan. Vokal yaitu a, i, u, e, o sedangkan konsonan selain vokal sepeti k, l, m, n, j, dst.
Untuk menghitung jumlah suku kata, cara yang dapat dilakukan yaitu dengan melihat jumlah bunyi vokal yang ada dalam kata itu. Dengan demikian, jika ada kata yang berisi 3 buah bunyi vokal, maka dapat ditentukan bahwa kata itu terdiri atas 3 suku kata saja. Misalnya, kata "cepat" adalah kata yang terdiri atas dua suku yaitu "ce" dan "pat". Masing-masing suku berisi sebuah bunyi vokal, yaitu bunyi "e" dan "a".

Apabila penentuan suku, pada sebuah kata dapat dilakukan, maka untuk mengetahui pola persukuannya amat mudah. Pola persukuan diambil dengan merumuskan setiap suku yang ada dalam kata. Bunyi vokal (disingkat : V) dan bunyi konsonan (disingkat : K).

Untuk membuat pola suku kata, tahapan yang dapat dilakukan yaitu
  1. Langkah pertama yaitu menentukan suku kata
  2. Berdasarkan suku kata, selanjutnya kita membuat pola suku kata

Contoh :
makan	---> ma - kan (langkah pertama menentukan suku kata)
		---> KV - KVK (menuliskan pola, huruf m konsonan (K), huruf a vokal (V), huruf k konsonan(K),
		       huruf a vokal (V), huruf n konsonan (K).  
               

praktik	---> prak - tik 
		---> KKVK- KVK ( huruf p konsonan (K), huruf r konsonan (K), huruf a vokal (V),
		       huruf k konsonan (K), huruf i vokal (V), huruf k konsonan (K).             
                
Jenis - jenis pola suku kata antara lain seperti di bawah ini.
  1. Suku kata berpola V, suku kata ini dibangun oleh sebuah bunyi vokal saja sebagai puncak.
    (Perhatikan suku kata terdepan saja)
    Contoh :
    i + bu
    u + mum

  2. Suku kata berpola VK, suku ini dibangun oleh sebuah bunyi vokal sebagai puncak dan sebuah bunyi konsonan sebagai kode.
    Contoh :
    an + jing
    an + tar

  3. Suku kata berpola KV , suku ini dibangun oleh sebuah bunyi konsonan, sebagai tumpu suku dan sebuah bunyi vokal sebagai puncak.
    Contoh :
    Pu + nah
    Pu + sing

  4. Suku kata yang berpola KVK , suku ini dibangun oleh sebuah bunyi konsonan sebagai tumpu suku, sebuah bunyi vokal, sebagai puncak sebuah bunyi konsonan sebagai koda suku.
    Contoh :
    Pan + tat
    Sum + ber

  5. Suku kata yang berpola KKV , suku ini dibangun oleh dua buah bunyi konsonan sebagai tumpu suku, dan sebuah bunyi vokal sebagai puncak suku.
    Contoh:
    Dra + ma
    Gra + tis

  6. Suku kata yang berpola KKVK, suku ini dibangun oleh dua buah bunyi konsonan yang bertindak sebagai tumpu suku, sebuah bunyi vokal sebagai puncaknya dan sebuah bunyi konsonan sebagai koda suku.
    Contoh :
    Prak + tik
    Dras + tis>
  7. Suku kata yang berpola KV, suku ini dibangun oleh sebuah bunyi semi konsonan sebagai tumpu suku, dan sebuah bunyi vokal sebagai puncak.
    Contoh :
    Wa + jah Ya + kin

  8. Suku kata yang berpola KVK, yaitu sebuah suku yang di bangun oleh bunyi semi konsonan sebagai tumpu suku, sebuah bunyi vokal sebagai puncak dan sebuah bunyi konsonan sebagai koda suku. Hal ini dapat dilihat dalam contoh di bawah ini.
    Contoh :
    Wak + tu
    Sa + wah


  9. Suku kata yang berpola KKVKK, yaitu suku kata yang dibangun oleh dua buah bunyi konsonan yang bertindak sebagai tumpu suku, sebuah bunyi vokal sebagai sonarity dan dua buah bunyi konsonan yang bertindak sebagai koda suku. Hal ini dapat dilihat pada contoh berikut.
    Contoh :
    Trans + mi + gra + si
    Trans + por + ta + si

Menentukan pola suku kata secara utuh

Menentukan pola suku kata secara utuh yaitu membuat pola suku kata tiap huruf. Yang dilakukan pertama kali yaitu menentukan suku pada tiap kata, lalu menuliskan pola suku kata.
Contoh :
kontrak		---> kon - trak
			---> KVK - KKVK
Soal Latihan

Referensi :
http://emperordeva.wordpress.com/about/linguistik-suku-kata
Tim Cipta Prestasi Prima.2007.SPM Bahasa Indonesia SD Siap Menghadapi Ujian Akhir.Erlangga